8 Hal Sederhana yang Saya Syukuri

rasa syukur

Hal-hal sederhana biasanya sering luput dari pandangan mata, tak terkecuali rasa syukur yang kita dapat.

Saya pernah membaca salah satu buku pengembangan diri, katanya syukur bisa timbul karena sebuah aksi, kalau kita sudah melakukan perjuangan, maka timbul rasa syukur atau apa yang dilakukan.

Tapi, pernah nggak sih, sebelum tidur, melihat sekeliling, merasa bersyukur dengan apa yang didapat. Mengucapkan terimakasih pada Sang pencipta atas semua kenikmatan yang didapat.

Meskipun ada yang belum kita dapatkan, tapi dalam hati kita selalu merasa kalau Tuhan selalu memberikan yang lebih dalam hal-hal yang dianggap sederhana atau malah dianggap remeh.

Berikut 8 hal sederhana yang saya dapatkan selama seminggu ini, bisa juga selama saya masih hidup sampai sekarang ini :

Diberikan nikmat hidup

Tidak bisa mengelak jika tahun 2020 merupakan tahun yang penuh perjuangan, mungkin perjuangannya extra dari tahun sebelumnya. Masih diberikan napas, merupakan kenikmatan yang luar biasa.

Diberikan nikmat hidup berarti masih belum tuntas kewajiban di dunia ini, masih diberikan kesempatan untuk menimbun pahala untuk nanti. Jadi, nggak boleh putus asa, perjuangannya harus maksimal ya.


Akal sehat

Tahun 2020 berasa seperti tahun yang mbuh , banyak cobaan, manusia banyak tingkah yang bikin geleng kepala, ada aja berita viral yang bikin meh, dengan serangan hal-hal yang bikin mengernyitkan dahi, dibutuhkan akal sehat.

Kita tidak bisa mengontrol hal yang di luar kuasa kita, tapi kita bisa me-filter apa saja yang bisa kita lihat, dengar atau rasa. Diberikan akal salah satu manfaatnya untuk filter berita viral yang belum tentu benar.

Jangan gampang terpancing, karena bisa memengaruhi mental kita, nanti kalau semua kita serap malah gampang marah, gampang tersinggung, gampang tersulut emosi. Harus pintar untuk memilah dan memilih. Yuk, jaga akal dan mental agar hidup lebih bahagia.

Kesehatan.

Berapa vitamin yang sudah kamu minum? Apa kebiasaan baru yang kamu lakukan selama pandemi? Semoga menjaga kesehatan merupakan bentuk ikhtiar, bukan hanya bermanfaat untuk jaga diri, tapi juga jaga orang-orang di sekitar kita.

Sampai saat ini, sudah mengkonsumsi beberapa vitamin dengan cara minum selang-seling, konsumsi wedang dengan pelbagai racikan. Kesehatan menjadi prioritas utama karena saya serumah sama orang tua yang usianya sudah sepuh.

Sebisa mungkin nggak mau bikin ribet atau menyusahkan orang lain, lebih baik estra hati-hati daripada malah bikin susah orang serumah. Menghindari tempat keramaian, banyak sabar untuk menahan diri karena belum liburan, alihkan pikiran ke hal-hal yang positf, misalnya belanja daring.

Menikmati hujan

Siapa yang daerahnya sudah mulai memasuki musim hujan? Semoga hujannya membawa berkah ya.

Kalau hujan turun jadi ingat sama dosen akuntansi, beliau mengatakan jika hujan itu anugerah, jadi kita harus menyampaikan perkataan yang baik-baik, seperti berdoa maupun ucapan rasa syukur.

Perkataan beliau sampai sekarang masih membekas, maklum saja dulu saya orangnya doyan sambat, sampai gemes sendiri kalau ingat waktu masih muda *eh*.

Sekarang, kalau hujan turun selalu berdoa semoga hujannya melimpahkan keberkahan di bumi, semoga hujan tidak menjadi musibah, dengan adanya hujan, rasanya hati lebih tenang, nggak gampang gupuh, grusa-gurusu.

Musim hujan membuat saya lebih selow, lebih menikmati prosesnya, lebih legowo kalau hasil yang diterima tidak sesuai dengan harapan, yang penting ada hal baru yang didapat dan bisa untuk pelajaran kemudian hari.

Membeli buku

Antara hobi beli dan membaca buku menjadi peredebatan di hati, senangnya beli buku, tapi bacanya nanti aja. Kalau nggak beli buku, sayang banget sama diskon yang ada di depan mata.

Diberikan kenikmatan bisa menyisihkan uang untuk beli buku merupakan hal yang saya syukuri, dan membeli buku ini (dengan harapan membacanya) bisa mengalihkan perhatian saya yang terlalu fokus dengan gadget.

Buku membuat saya mampu menciptakan dunia saya sendiri, sambil membayangkan para tokohnya jika ada di kehidupan nyata, dan bisa jalan-jalan ke luar kota atau luar negeri tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal. Cukup duduk dan baca buku, biasa berkeliling semaumu kita.


membaca

Belajar hal baru

Mencari ilmu tidak hanya di sekolah saja, banyak sekali ilmu di luar sana. Beberapa bulan yang lalu, saya mendapatkan insentif dari salah satu program pemerintah. Selain intensif dapat juga program pembelajaran secara gratis.

Diberikan kemudahan mengakses informasi, suatu kenikmatan yang saya syukuri. Masih diberikan kesehatan, akal untuk berpikir membuat saya tidak berhenti untuk belajar, dan tidak merendahkan ilmu dari orang lain, semuanya saya pelajari dengan catatan, ilmu tersebut yang positif dan bermanfaat.

Seminggu ini belajar ilmu yang masih dalam lingkup hobi dan pekerjaan, ilmu tentang blogging, media sosial, jadi seller, SEO, hingga fotografi, atau sekadar belajar tentang review sebuah produk ataupun buku, semua saya lakukan dengan senang hati.

Jika bertemu dengan ilmu baru, harus menjadi gelas kosong, siap untuk menerima, dan jangan sombong. Semakin berilmu, semakin rendah hati, karena masih banyak hal di dunia ini yang belum kita ketahui.

Ingat, jangan hanya dicatat saja, yuk dipraktikan.

Bertemu teman yang baik

Di keliling teman yang baik, wajib disyukuri, karena silaturahmi insya Allah banyak manfaatnya, meskipun udah jarang ketemu secara langsung, tapi masih banyak media online untuk bersua.

Saling support, bertukar pikiran, ngobrol random, saling “racun” skincare, ngebucin drakor atau idol, hal-hal yang mewah menurut saya, karena kalau udah punya teman yang “klik” rasanya tuh udah bikin nyaman, nggak merasa berjuang sendirian di dunia ini. Jaga selalu hubungan baik dengan teman, entah punya teman banyak atau sedikit, jaga terus hubungannya.

Makan makanan yang nikmat

Makanan merupakan sesuatu yang susah sekali untuk saya hemat, karena makanan salah satu yang bisa bikin saya nyaman. Mungkin udah jadi kebiasaan di keluargaku, kalau ada acara, pasti makan-makan. Kalau lagi sedih, dibelikan es krim sama orang tuan, bahkan lagi bengong, langsung beli jajan di warung.

Jadi, “pelampiasaannya” di makanan, jarang banget hemat di makanan, pasti mengalokasikan dana untuk yang lain, menurutku makanan tuh bisa membuat mood lebih baik, kalaupun mendesak untuk irit, harus ada substitusi. Dulu doyan banget sama cola, tapi sekarang ada substitusinya yaitu konsumsi P*ocari.

Untung saja sekarang lebih hemat dan cepat mendapatkan makanan enak dengan aplikasi ojek online, gencar banget paket hemat atau dapat diskon. Lebih baik makan ayam geprek daripada makan rezekinya teman *idih*.

Sudah bersyukur apa hari ini?

0 Comments

Post a Comment

Terimakasih sudah mengunjungi blog ini, komentar dimoderasi terlebih dahulu