Daripada Berakhir Buruk, Berikut 5 Cara Efektif Meredam Emosi Ketika Marah

meredam amarah


Merupakan hal yang wajar jika seseorang itu marah, karena manusia terdiri dari banyak emosi yang dapat ia ekspresikan.

Kadang ada saja hal yang tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, perselisihan dengan orang lain, atau penyebab lain yang membuat marah itu muncul.

Tidak ada salahnya melampiaskan amarah, daripada dipendam malah bisa bikin stress. Tetapi akan berakibat buruk juga marah yang tidak dapat dikontrol, malah dapat menyakiti hati orang lain.

Manusia tidak terlepas dari kesalahan. Jika penyabab kamu marah adalah seseorang, kendalikan emosimu dengan tepat. Seseorang yang saat ini melakukan kesalahan terhadap dirimu, nanti 2 tahun atau beberapa tahun lagi, mungkin seseorang tersebut sudah berubah dari tahun sebelumnya, atau bisa jadi seseorang itu yang akan datang untuk menolongmu dalam keadaan kesulitan.

Tak ada yang abadi di dunia ini. Bahagia secukupnya, sedih seperlunya, mencintai sewajarnya, membenci sekadarnya, bersyukur sebanyak-banyaknya.

Kurang lebih seperti itu, kalimat yang sering saya dengar ataupun saya baca. Siapa tahu seseorang yang dulunya kita benci, ternyata di suatu hari dia merupakan orang yang menolong saya. Tapi, kalau manusia tidak berubah ke arah yang lebih baik, anggap saja kebacut.

Memang susah untuk mengendalikan emosi yang sedang meluap, berikut 5 cara efektif untuk meredam marah, saya juga sering melakukan hal-hal berikut ini :


Wudhu atau basuh wajah dengan air.

Kata orang, amarah merupakan sifat dari setan. Maka, saat seseorang marah, segera wudhu atau basuh muka dengan air agar emosi yang dirasakan dapat diredam. Jika jauh dari sumber air, segeralah minum segelas  air untuk menenangkan emosi.

Selesai wudhu atau basuh wajah, amarahnya jangan dilanjut ya. Saatnya untuk mencari jalan keluar agar masalah yang dihadapi tidak berlarut-larut. Bicarakan baik-baik, siapa tahu dalam keadaan tenang, ada jalan keluar dari permasalahanmu.

Selesaikan masalah saat kepala dingin.

Seseorang yang marah pasti ada penyebabnya, jangan ditumpuk atau disimpan dalam hati saja, cari penyebabnya kemudian berikan waktu sejenak untuk menenangkan diri. Jangan mengambil keputusan apapun saat marah, karena kita cenderung mengikuti nafsu emosi daripada berpikir secara logika.

Berikan waktu yang cukup untuk berpikir, kamu perlu istirahat sejenak.

Bahas permasalahan yang membuatmu marah saat kamu dalam keadaan tenang dan siap untuk membahasnya. Jika memang membutuhkan pertolongan pihak ketiga untuk menyelesaikan masalah, pastikan masalah utamanya tidak melebar. Nggak mau dong kamu berubah menjadi drama queen.

Minta bantuan orang lain yang kamu percaya, dan bisa memberikan nasihat atau memberikan atas masalahmu yang sebelumnya tidak terpikirkan. Namun, perlu diperhatikan, jangan mudah menyebarkan suatu masalah ke orang yang tidak berkepentingan, akan mengakibatkan masalah semakin lebar dan malah jadi bahan ghibahan orang lain.

puasa media sosial
Puasa dulu membuka media sosial cr. Pexels/tracy


Hindari membuka akun media sosial.

Meskipun tidak dalam keadaan marah, seharusnya bisa memilih dan memilah hal apa saja yang dapat dibagi di media sosial.

Apalagi saat marah, kuat banget dorongan untuk menulis curhatan di media sosial agar dunia tahu kalau hati sedang tersakiti. Meh, itu tidak bijak.

Meskipun lagi ngetrend, nulis yang katanya fiksi tapi ternyata cerita tentang keadaan rumah tangga, seperti yang pernah ngehitz, cerita nakhkoda kapal pecah. Bukan berarti itu salah satu pelampiasaan amarah ataupun kegalauan.

Jika menulis bisa meredakan amarahmu atau menulis merupakan salah satu ekspresi untuk melepaskan kegalauan, tulislah untuk dirimu sendiri. Bisa menulis di buku diary ataupun di Ms. Word, cukup dikonsumsi oleh dirimu sendiri, tak perlu orang lain mengetahui apalagi ikut menghujat orang yang kamu benci.

Hindari media sosial untuk sementara waktu, alihkan ke kegiatan yang bisa membuatmu tenang atau kegiatan positif lainnya.

Lakukan aktivitas yang membuatmu bahagia.


Daripada hati dipenuhi dengan amarah, dendam, kebencian atau apapun itu yang membuat hati dikotori oleh hal-hal buruk, mending kamu lakukan apa yang membuat hati kamu tenang, damai dan bahagia.

Kalau saya memilih tidur, meskipun terlihat seperti aktivitas yang receh, tapi sangat efektif untuk meredam emosi, setelah bangun tidur terasa rileks. Kalau tidak ingin tidur, biasanya nangis diam-diam hingga terlelap.

Jika susah untuk menangis, saya akan mengalihkan ke kegiatan yang lain, seperti menonton film membaca buku, atau makan makanan yang manis. Banyak hal yang bisa membuat bahagia.

Menurut beberapa artikel yang saya baca, seseorang dalam kondisi marah, dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit seperti jantung, stroke, dan masih banyak lagi. Berdampak buruk juga pada psikologis seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Ekspresikan amarahmu secukupnya, jangan berlarut, lakukan hal yang membuatmu bahagia.

Berpikir dua kali atau lebih.


Mulutmu, harimaumu. Selain benda tajam, mulut yang “tajam: juga bisa menyakiti orang. Jadi, lebih bijak berpikir dua kali ketika akan bertidak atau berbicara dalam keadaan emosi.

Apa benar seseorang yang membuatmu marah sengaja melakukan hal itu? Jangan-jangan diri sendiri yang menyulut emosi orang lain.
Jika saya menulis status di facebook, apakah ada orang lain yang tersakiti?
Jika saya menyebarkan peristiwa yang saya alami, apakah ada yang manfaatnya atau malah jadi fitnah?

Kira-kira seperti itu pertanyaan yang saya tujukan untuk diri sendiri, ada manfaatnya nggak atau akhirnya malah menjadi fitnah? Sudut pandang saya, akan berbeda dengan sudut pandang orang lain (yang membuat saya marah).

Beberapa pertanyaan di atas, saya aplikasikan juga ketika ada berita yang viral. Biasanya kalau ketemu yang viral, hasrat untuk klik tombol share sangat kuat. Tahu dong kisah Audrey yang viral, ternyata banyak fakta yang akhirnya terungkap.

Berpikir dua kali atau lebih membuat saya lebih berhati-hati dalam bersikap atau mengambil keputusan, nggak gampang latah untuk ikutan share, nggak gampang kagetan dengan berita yang masih simpang siur.

Kalau kamu, punya cara yang efektif untuk meredam marah? Share yuk!

0 Comments

Post a Comment

Terimakasih sudah mengunjungi blog ini, komentar dimoderasi terlebih dahulu